Kamis, 17 Desember 2015

Tugas Menyimak Intensif



Nama                    : Dina Noviana Prihandini
Kelas                     : 1D
NPM                      : 15410144
Mata kuliah        : Menyimak Intensif
Tugas meringkas buku Mnyimak Prof. DR. Henry Guntur Tarigan bab 5 dan 6

BAB V
ANEKA SITUASI PELIBAT MENYIMAK

A.    Pengantar
B.     Menyimak Dalam Kehidupan Dan Kurikulum
    Penelitian mengenai menyimak dalam kehidupan baik dalam kurikulum sekolah dapat dikatakan masih sangat langka. Baru pada tahun 1929, Paul T. Rankin dari Detroit Public Schools, menyelesaikan sebuah survey mengenai penggunaan waktu dalam keempat ketrampialan bahasa. Dan menunjukkan hasil sebagai berikut :
·         Menulis             : 9%
·         Membaca          : 16 %
·         Berbicara          : 30 %
·         Menyimak         : 45 %
Yang tergolong penyimak jelek (atau poor listeners) antara lain :
1.      Mereka yang terlalu banyak mencatat secara terperinci
    Adalah mereka yang terlibat dalam seluk-beluk mekanis keseluruhan kerangka kuliah  sehingga lupa akan bagian-bagiannya.
2.      Mereka yang tidak sanggup mengatasi gangguan
3.      Mereka yang berjiwa argumentatif
    Begitu mendengar seorang pembicara mengemukakan suatu teori, mereka sibuk menyediakkan argumentasi untuk itu
4.      Mereka yang berpura-pura menarik perhatian
      Duduk dengan tenang dan mengagguk-angguk selama kuliah serta terus menatap wajah dosen
5.      Mereka yang kurang menaruh perhatian

Adapun cara mengembangkan ketrampilan menyimak :
a.       Latihan terpimpin
b.      Menjauhi faktor – faktor penyebab menyimak yang jelek
c.       Meningkatkan atau memperkaya kosa kata, dan
d.      Meningkatkan pengenalan kata yang baik didengar telinga


C.    Petunjuk, Keterangan Pengumuman
      Dalam usaha memupuk serta mengembangkan kemampuan anak didiknya meyimak secara efektif, sebenarnya para guru tidak perlu menyediakan waktu-waktu khusus dan juga tidak perlu merasa bahwa mereka harus menambahkan sesuatu yang baru pada program sekolah. Tugas guru adalah melihat serta memeriksa apakah para siswa perlu dibantu dalam mengembangkan keefektifan mereka dalam segala kegiatan menyimak.
      Untuk menjamin berlangsungnya kegiatan menyimak yang efektif, efisien serta atentif, setidaknya guru harus mengetahui bagaimana cara menyampaikan yang baik, sehingga siswa juga dapat memahami isi materi secara menyeluruh.

D.    Percakapan Dan Diskusi
      Perakapan atau konversasi merupakan aktivitas yang paling umum diantara tipe-tipe komunikasi lisan dan jelas, menuntut banyak kegiatan menyimak. Akan tetapi, biasanya kelompok-kelompok konversasi ini kecil dan minat-minat pun langsung bersifat pribadi atau perseorangan maka kegiatan timbul dengan mudah, tanpa paksaan.
      Percakapan dan diskusi menempa kita menjadi masyarakat yang aktif, reseptif, responsife serta atentif, terbuka menerima pendapat dan pendirian orang lain, bahkan kritik dan cacian mereka. Percakapan dan diskusi mendidik kita menjadi warga masyarakat sosial yang berdisiplin.

E.     Laporan
      Laporan merupakan suatu tugas dan tanggung jawab penting, bahkan anak Taman Kanak-kanak pun dapat melaporkan pengalaman-pengalaman pertamanya, seperti tamasya di hari Minggu.  
      Dari masa  taman kanak-kanak sampai kelas-kelas yang lebih tinggi, banyak sekali kesempatan timbul bila seorang anak menyimak cerita, baik cerita yang dituturkan kepadanya ataupun yang dibacanya dengan suara yang nyaring. Sang guru atau teman-teman sekelas dapat membacakannya dari buku-buku, mereka dapat menceritakan kisah-kisah, ataupun menceritakan serta menghubungkan dongeng-dongeng berdasarkan  pengaaman pribadi. Mereka pun dapat pula bersama-sama menulis kreatif, memberi response dengan  sepenuh hati, mengikuti pengembangan alur atau isi cerita, membayangkan atau mengimajinasikan gerak lakon yang disorot, yang dipotret dan menafsirkan  perasaan-perasaan serta motifasi-motivasi para tokoh cerita (Dawson [et all], 1963 : 157-Di sampang itu, apresiasipun turut pula ditingkatkan bila anak-anak menyimak pembacaan puisi dan ikut serta dalam berbicara bersama dan membaca bersama (choral speaking and choral reading)

F.     Radio, Televisi, Rekaman Dan Telepon
      Berbagai perlengkapan ragam situasi menyimak antara lain :
1.      Menyimak sekunder
       Musik dipasang pelan-pelan sebagai latar belakang
2.      Menyimak Sosial atau menyimak konversional
       Kita berbicara di telepon
3.      Menyimak Apresiasif
      Drama yang baik atau musik yang merdu dipentaskan
4.      Menyimak Eksplorasif
      Kita diberi resep atau informasi mengenai cuaca
5.      Menyimak konsetratif
       Masalah-masalah penting didiskusikan oleh para politikus

G.    Aneka Alasan Menyimak
      Alasan-alasan menyimak yang termasuk penting antara lain :
1.      Karena ingin  mempelajari sesuatu dari bahan simakan.
2.      Karena ingin memikat hati orang lain
3.      Karena ingin menjadi orang yang sopan santun
4.      karena ingin mencari keuntungan uang
5.      karena ingin memperoleh manfaat dari bahan simakan
6.      Karena ingin menghilangkan rasa bosan
7.      Karena ingin membenadingkan beberapa pendapat
8.      Karena ingin memperluas pandangan dan pengertian
9.      Karena ingin rasa ingin tahu
10.  Karena ingin disenangi orang lain

BAB VI
MENINGKATKAN DAYA SIMAK

A.    Pengantar
B.     Aneka Pengalaman Audio Pemertinggi Kemampuan Menyimak
      Kegiatan-kegiatan yang akan turut mempertinggi daya simak siswa antara lain :
1.      Menyimak pada guru
2.      Menyimak pada para siswa lainnya
      -mengemukakan pertanyaan-pertanyaan
      -memberikan rangkuman-rangkuman
3.      Turut serta mengambil bagian atau peranan dalam suatu dramatisasi atau dialog  tertentu
4.      Menyimak pada para pembicara yang diundang dari luar atau pada personalia sekolah lain
5.      Menyimak pada rekaman-rekaman bahkan ucapan, struktur, dan lain-lain
6.      Menyimak pada rekaman-rekaman ponografi pelajaran-pelajaran yang sama berulang-ulang
7.      Menyimak pada film-film
8.      Ikut serta percakapan-percakapan melalui telepon
9.      Mewawancarai dan mengadakan tanya jawab
10.  Menghadiri kuliah, ceramah, konferensi, perkumpulan bahasa asing
11.  Turut berpartisipasi dalam suatu kegiatan spontan yang tidak dipersiapkan terlebih dahulu
12.  Turut berpartisipasi dalam kelompok-kelompok diskusi atau diskusi panel
13.  Pergi menonton dalam permainan-permainan bahasa

C.    Aneka Kegiatan Menigkat Daya Simak
      Kegiatan-kegiatan peningkatan daya simak antara lain :
1.      Menyimak konservatif
2.      Menyimak Apresiatif
3.      Menyimak Eksplorastif
4.      Menyimak Konsentratif

D.    Sikap Guru Turut Memeprtinggi Daya Simak
      R.G Nicholas dan Leonard A. Stevens memberikan saran sebagai  berikut:
1. Sediakanlah waktu untuk menyimak
2. Berilah perhatian
3. Berikanlah reaksi lisan yang wajar
4. Jangan mengorek-orek fakta tambahan
5. Jangan menilai apa yang telah dikatakan
6. Jangan menghilangkan kepercayaan akan kemampuan si pembicara untuk                       
    memecahkan serta menyelesaikan masalah-masalah sendiri

E.     Kualifikasi Guru Penyimak
     1. Tuntutan bagi guru :
1). Persiapan dan Rencana
2). Pengenalan dan Penghargaan terhadap Perbedaan Individual
3). Motivasi
4). Penguasaan Bahan Pengajaran
5). Teknik Mengajar
6). Pengawasan Kelas
7). Suasana Kelas
     2. Kualifikasi Baik
      Seorang guru mempunyai “kualifikasi minimal” dalam bidang menyimak apabila dia memiliki : “kemampuan untuk menangkap pengertian tentang sesuatu yang dikatakan atau diucapkan penutur asli yang terpelajar apabila dia mengucapkannya secara hati-hati dan berbicara secara sederhana mengenai suatu pokok atau subjek yang umum.”
     3. Kualifikasi Baik
      Seorang guru dikatakan mempunyai “kualifikasi baik” dalam bidang menyimak apabila dia memiliki : “kemampuan untuk memahami percakapan, pembicaraan yang mempunyai kecepatan yang sedang pada kuliah dan ceramah, siaran-siaran berita pada berita dan televisi.”
      4. Kualifikasi Baik Sekali
        Seorang guru dikatakan mempunyai “kualifikasi sangat baik” apabila dia memiliki : “kemampuan untuk mengikuti dengan cepat dan teliti serta mudah memahami semua jenis ujaran baku, seperti percakapan yang cepat atau percakapan kelompok, sandiwara, dan bioskop.”

     Gagasan yang dapat menolong para guru, antara lain :
a.       Mulailah dengan tepat dan benar
b.      Hindarkanlah kondisi penimbul kekacauan
c.       Jangan biarkan peristiwa atau hal kecil terus berlangsung tanpa koreksi dan perbaikan
d.      Berlaku dan bertindaklah bijaksana
e.      Berbaik hatilah selalu
f.       Bersikap adillah selalu
g.      Bergiatlah selalu
h.      Bertindaklah secara konsekuen
i.        Bertindaklah secara tegas
j.        Hindarilah konflik-konflik
k.      Kualifikasi Baik
l.        Kualifikasi baik sekali

F.     Berupaya Menjadi Penyimak Efektif
      Untuk membuat diri kita menjadi penyimak efektif, banyak upaya yang dapat dilakukan, antara lain:
1.      Berupayalah mengembangkan kemauan dan keikhlasan untuk menyimak lebih lama dan lebih sering sehingga kegiatan menyimak itu membudaya pada diri kita, bukan sebagai beban atau paksaan.
2.      Berupayalah menyimak dengan penuh rasa hormat kepada pembicara sambil memancing umpan balik darinya agar kita mendapat banyak masukan dari pembicaraannya itu.
3.      Berupayalah menyimak seseorang tanpa evaluasi dan keputusan yang terlalu dini, yang bersifat prematur, pendek kata pergunakanlah ketenangan dan kesabaran untuk dapat menyimak secara mendalam dan tenggang hati.
4.      Berupayalah menyimak secara analitis dengan perilaku tanpa membela diri terhadap pembicara, jauhkanlah prasangka-prasangka dan perkecillah stereotif-stereotif yang ada.
5.   Berupayalah menyimak tanda-tanda atau isyarat-isyarat nonverbal dari pembicara dan carilah ketidakkonsekwenan yang dilakukan olehnya.

G.    Mengatasi Kendala Yang Ada
Cara mengatasi kendala dalam menyimak adalah sebagai berikut :
1.      Jauhkanlah sifat egosentris dalam kegiatan menyimak
2.      Jangan enggan untuk berpartisipasi dalam kegiatan berdiskusi
3.      Jangan takut dan khawatir bahwa komunikasi lisan dapat mengubah pendapat dan pikiran kita
4.      Jangan malu-malu dalam meminta penjelasan dari pembicara mengenai hal yang belum kita pahami
5.      Jangan terlalu lekas merasa puas dengan penampilan-penampilan luar pembicara
6.      Jangan membuat pertimbangan-pertimbangan yang gegabah terhadap makna yang dikemukakan oleh pembicara
7.      Kosakata harus diperkaya

H.    Aneka Kaidah Peningkatan Menyimak
Kaidah dalam peningkatan menyimak, antara lain:
1.   Kembangkan dan tingkatkanlah keinginan untuk menyimak.
2.   Bangunlah kebiasaan-kebiasaan menyimak yang baik
3.   Berikanlah perhatian yang besar dan wajar pada pembicara dan pembicaraannya agar kita dapat memetik hikmah dari dalamnya.
4.      Jangan dulu memberi penilaian atau evaluasi terhadap pembicara dan materinya sebelum dia selesai berbicara.
5.      Simaklah gagasan serta konsep pembicara.
6.      Manfaatkan dan gunakanlah kecepatan berfikir secara wajar, tepat, dan juga menuju sasaran
7.      Manfaatkanlah waktu luang dengan bijaksana sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia tanpa guna, manfaatkanlah kedua telinga anugerah Tuhan Yang Maha Penyimak

Tugas Artikel



Pendidikan Merubah Dunia

Pendidikan adalah proses yang penting bagi manusia mulai dari usia dini sampai usia tua, pendidikan selalu di butuhkan untuk hidup sesorang. Pendidikan dapat di jadikan jalan seorang anak untuk menggapai impiannya. Pendidikan sangat penting bagi semua kalangan dan semua usia. Pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan sosial seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi pula tingkat sosialnya dimasyarakat.
       
  Pendidikan diajarkan mulai dari usia dini, baik secara formal di sekolah maupun non formal seperti pendidikan di rumah. Pendidikan formal yang dilakukan di sekolah dirasakan anak saat usianya sudah cukup untuk bersekolah. Di sekolah di ajarkan kekuatan mental anak, kekuatan moral dan fisik, diajarkan rasa hormat kepada orang lain. Mereka dibimbing untuk berpikir kritis menanggapi suatu hal, dibimbing untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Namun, pendidikan didapatkan sebenarnya adalah sebelum mereka mengenal sekolah. Media yang paling utama untuk mendidik adalah keluarga. Anak-anak sudah diajarkan beberapa hal yang kecil oleh keluarganya secara non formal sebelum akhirnya mereka mendapatkan pendidikan formal di sekolah.

Pentingnya pendidikan memang tidak bisa dibohongi. Setiap orang memerlukan pendidikan. Pendidikan bahkan bisa menjadi penentu hidup kita dikemudian hari. Pemerintah sekalipun sudah menjadikan pendidikan sebagai sesuatu yang wajib untuk dijalani. Bahkan pendidikan bisa menentukan posisi seseorang dalam dunia kerjanya. Pendidikan membuat otak lebih berkembang dan berpikir maju. Tentu saja itu akan berbeda dengan seseorang yang tidak merasakan pendidikan. Perbedaan itu jelas terlihat dari cara pikir dan cara berbicara seseorang yang berpendidikan dengan  orang yang tidak merasakan pendidikan.

Pentingnya pendidikan untuk hidup kita
Penentu masa depan
Pendidikan dapat memastikan bahwa orang yang memiliki pendidikan yang tinggi tentu akan memiliki masa depan yang baik. Hal ini di karenakan orang yang berpendidikan memiliki keterampilan yang lebih mumpuni yang dibutuhkan di dunia kerja dibanding orang yang tidak berpendidikan.
Wawasan yang luas
Orang yang berpendidikan tentu akan memiliki wawasan yang luas. Wawasan yang ia dapatkan sewaktu menuntut ilmu, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, pengalaman di dunia kerja, dst. Menjadikan ia mengetahui berbagai hal yang tidak semua orang tau, dan menjadikan ia lebih berpikir kritis dalam berbagai hal.
Menambah kepercayaan diri
Pendidikan menanamkan pendidikan karakter dan mental untuk individunya. Orang yang berpendidikan adalah orang yang percaya diri. Percaya diri adalah hal yang paling sulit dicari dan dibangun oleh seseorang. Jika seseorang memiliki pendidikan yang bagus, pastilah dia memiliki percaya diri yang bagus pula. Mampu mengendalikan diri sendiri dan mampu percaya pada dirinya sendiri untuk menaklukan dunia.
Pentingnya pendidikan di dunia kerja

Pendidikan erat hubungannya dengan dunia kerja. Lapangan pekerjaan menginginkan pekerja yang mempunyai keterampilan dan berpendidikan tinggi. Lapangan pekerjan yang sempit membuat persaingan yang ketat di dunia kerja. Tak jarang orang yang mempunyai gelar sarjana menganggur karena sedikitnya peluang kerja yang ada.

Dalam masalah karir, tuntutan dari dunia kerja seperti beberapa perusahaan yang menuntut karyawannya harus berpendidikan tinggi. Bahkan mereka menjadikan pendidikan sebagai syarat utama untuk perusahaan mereka. Semakin rendah tingkat pendidikan anda, semakin sedikit pula peluang anda untuk memiliki karir dan masa depan yang menjamin. Sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia  membuat perusahaan menyeleksi dengan ketat para pelamar kerja. Mereka yang menyelesaikan pendidikan dengan tingkat yang lebih tinggi tentu di prioritaskan oleh perusahaan di banding mereka yang pendidikannya rendah.

Ada beberapa alasan yang dijadikan perusahaan mengapa menjadikan pendidikan sebagai syarat utama bagi perusahaan mereka. Diantara alasan-alasan tersebut salah satunya adalah karena sekolah mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, itu akan menjadikan keterampilan berkomunikasi kita lebih baik sehingga memudahkan kita dalam berinteraksi dengan rekan kerja. Dengan sekolah kita juga bisa memiliki dan mengetahui hal-hal yang lebih luas dari yang sebelumnya kita ketahui. Belajar dari pengalaman orang-orang yang ada di sekitar kita, memiliki kepercayaan diri dan memiliki keterampilan yang lebih mumpuni.

Kehidupan manusia akan sia-sia jika tidak di imbangi dengan pendidikan. Kesimpulannya adalah pendidikan sangat bermanfaat bagi semua manusia, baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan, pendidikan formal atau non formal, semua sangat penting bagi kehidupan manusia. Semua proses dalam hidup ini adalah belajar, jadi tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar demi masa depan yang lebih terjamin.


Tugas Biografi



BIOGRAFI
Anis Thasia Linda Apsari
“Si Cantik Penakluk Ibu Kota”

Lahir dari keluarga yang sederhana, si cantik ini berjuang sendirian di ibu kota. Penakluk ibu kota yang datang dari desa yang jauh dari keramaian. Namanya Anis, dia seorang mahasiswi. Nama lengkapnya Anis Thasia Linda Apsari. Nama panggilannya Anis. Anis menjadi mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Komunikasi jurusan Akuntansi di salah satu universitas swasta yaitu Binus University yang terletak di Jakarta Barat. Mungkin tidak banyak orang mengenalnya, karena Anis adalah anak perantauan. Rumahnya yang jauh dengan kampusnya membuat Anis tidak aktif berorganisasi di kampusnya. Anis juga membiayai kuliahnya sendiri dengan cara bekerja paruh waktu di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta.

Anis lahir di Brebes 14 April 1994, campuran darah sunda dari Ibunya dan darah jawa dari Ayahnya. Ayahnya bernama Tarsono. Ibunya bernama Eti. Ayah dan Ibu Anis tinggal di Palembang. Anis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Adik pertamanya bernama Amelia Nurul Rizqi, ikut bersama Ayah dan Ibunya tinggal di Palembang. Adik keduanya bernama Andhika Oka Fauzan, diasuh oleh saudaranya di kampung yaitu di Brebes.

Anis bertempat tinggal di Desa Salarum Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Tempatnya berudara sejuk karena di sana masih banyak pepohonan besar yang menghalangi sinar matahari. Selain tempatnya yang sejuk, di sana juga masih pedesaan yang masih jauh dari keramaian kota atau tempat-tempat perbelanjaan, hanya ada toko-toko kecil yang menyediakan kebutuhan masyarakatnya.

Orangtuanya bermata pencaharian pedagang bakso yang setiap hari bekerja keras untuk anak-anaknya. Orangtuanya selalu kompak, mereka selalu berjualan berdua setiap harinya. Setiap malam mereka selalu mempersiapkan dagangan yang akan mereka jual esok harinya. Tempat mereka berjualan juga merupakan tempat sewaan, bukan tempat milik mereka sendiri.

Pada usia kecil Anis tidak masuk Taman Kanak-kanak, tapi langsung masuk SD. Saat SD kepintarannya yang menonjol membuat Anis menjadi panutan dan disenangi oleh guru-gurunya. Anis selalu mendapat peringkat pertama di kelas setiap tahunnya. Itulah mengapa Anis disenangi oleh orangtua murid lain. Sikapnya yang bersahabat juga menjadi nilai tambah bagi Anis. Saat SD Anis juga sering mengikuti lomba-lomba. Seperti lomba membaca puisi, menggambar, dan lainnya. Prestasi yang di peroleh Anis sangat membanggakan orangtuanya. Padahal saat itu Ibunya berada di Singapura bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW), tapi Anis bisa membuktikan bahwa dia mampu untuk berprestasi walau jauh dari Ibunya.

Setelah lulus SD, Anis melanjutkan sekolah ke SMP Negeri. Di SMP Negeri 01 Salem Anis menuntut ilmu selama tiga tahun. Saat SMP Anis aktif di organisasi Osis dan paduan suara. Sayang prestasi akademiknya menurun, tidak lagi mendapat peringkat di kelasnya. Mungkin karena aktifnya Anis di organisasi yang menyita waktu untuk belajarnya, sehingga prestasinya menurun. Akhirnya pada saat Ujian Nasional Anis membuktikan bahwa dia benar-benar serius dalam belajar. Saat Ujian Nasional Anis mendapat nilai tertinggi di antara siswa yang ada di sekolahnya, dan itu membuat Anis benar-benar senang. Orangtua Anis pun tentu saja ikut senang dengan prestasi yang di raih oleh anaknya.

Anis melanjutkan sekolahnya ke SMK. Saat itu orangtua Anis mendapat pekerjaan di Bekasi, sehingga mereka harus pindah ke Bekasi. Itu membuat Anis harus memilih, apakah dia tetap melanjutkan sekolahnya di kampung atau ikut bersama orangtuanya dan melanjutkan sekolahnya di Bekasi. Akhirnya Anis memutuskan untuk ikut kedua orangtuanya ke Bekasi. Karena faktor ekonomi, Anis mendaftar di SMK Abdi Karya Bekasi karena orangtuanya takut tidak bisa membiayai Anis untuk ke perguruan tinggi. Orangtuanya berpikir jika Anis masuk ke SMK, setelah lulus dia bisa langsung bekerja. Anis mengambil jurusan komputer. Di Bekasi, Anis dan keluarganya membeli rumah sederhana hasil dari orangtuanya bekerja.

Lulus dari SMK, Anis tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi. Anis melamar pekerjaan di beberapa tempat, sampai akhirnya ada seorang teman Anis yang menawari Anis untuk bekerja di bioskop. Akhirnya Anis menerima tawaran temannya tersebut. Anis bekerja di bioskop tetapi dia berpisah dengan orangtuanya. Saat itu orangtua Anis pindah ke Palembang dan Anis hidup sendiri di Jakarta sebagai anak kos. Anis bekerja di bioskop selama 2 tahun, setelah itu dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah.

Akhirnya Anis mendaftar di salah satu universitas swasta di Jakarta jurusan akuntansi, tapi Anis tidak ingin membebani orangtuanya. Anispun memutuskan untuk kuliah sambil bekerja untuk membiayai kuliahnya sendiri. Anis dapat membiayai uang kuliahnya sendiri setiap semesternya, juga untuk biaya hidupnya di Jakarta sehari-hari. Anis sudah terbiasa hidup mandiri sendirian di Jakarta. Walaupun sibuk dengan rutinitasnya, Anis selalu pulang saat Idul Fitri tiba. Terkadang Anis pulang ke Palembang untuk bertemu dengan orangtuanya dan adiknya. Sekarang Anis sudah semester 3, dia bercita-cita untuk menjadi seorang pegawai bank. Dari situlah dia bersemangat untuk bekerja dan kuliah demi cita-citanya untuk membahagiakan orangtuanya.                

Berdamai dengan Takdir



Berdamai dengan Takdir
 oleh Dina Noviana Prihandini


Setiap orang sudah memiliki takdirnya masing-masing, karena Tuhan telah menyiapkan takdir setiap orang berbeda-beda. Tuhan memberikan takdir yang indah untuk setiap manusia. Kadang takdir dan kenyataan akan bertolak belakang dan tidak akan bisa yang dapat menebak bagaimana akhir dari sebuah kenyataan.
Namaku Dina, umurku 19 tahun. Aku pernah berdamai dengan takdir. Mencoba menerima keadaan yang ada yang memang sudah menjadi takdir hidupku. Memimpikan sesuatu yang menjadi cita-cita kita memang tidak ada salahnya, tapi akan menyakitkan jika impian kita tidak bisa kita wujudkan di kehidupan nyata.
Dulu aku memimpikan kuliah di jurusan Hukum. Aku bahkan sempat mendaftar di Universitas Indonesia Fakultas Hukum, namun sayang takdir tidak berpihak padaku. Aku tidak diterima di Universitas tersebut. Aku pun kembali mencoba mendaftar di Universitas lain tetapi tetap dengan jurusan yang sama, kali ini aku merasa takdir berpihak padaku. Aku sangat senang sekali waktu itu, akhirnya aku bisa diterima di salah satu Universitas Fakultas Hukum. Ternyata takdir belum sepenuhnya berpihak padaku, orangtuaku tidak memberiku ijin untuk kuliah di Universitas tersebut karena mereka berpendapat bahwa pergaulan di kota tersebut sangat bebas. Mereka takut jika aku nantinya terbawa pergaulan disana.
Sangat sulit untuk menerima semua kenyataan yang ada. Aku bingung setengah mati. Kemana lagi aku harus melangkah. Seberapa jauh lagi takdir akan membawaku semakin jauh dengan impianku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil jurusan lain, yaitu jurusan Hubungan Internasional. Aku berpikiran, jika aku berganti jurusan mungkin saja orangtuaku akan mendukungku di jurusan tersebut. Sampai akhirnya aku mendaftar di salah satu Universitas di kota Bandung mengambil jurusan Hubungan Internasional. Beberapa waktu menunggu hasil pengumuman, aku mendapat kabar yang sangat baik. Aku diterima di Universitas tersebut, tapi lagi-lagi orangtuaku tidak mengijinkan aku mengambil jurusan tersebut. Mereka berpendapat lain dengan sebelumnya, mereka berpikir bahwa lulusan dari jurusan HI akan sulit mendapatkan pekerjaan.  

 Akupun harus berdamai kembali dengan takdirku dan menerima keputusan orangtuaku.
Sampai pada suatu ketika aku berpikir bahwa aku benar-benar tidak bisa mewujudkan semua mimpiku. Pikiranku kacau, bingung harus kemana lagi kaki ini melangkah. Harus bagaimana aku bersikap kepada kedua orangtuaku. Akhirnya, aku pun pasrah terhadap keadaan. Meminta orangtuaku mendaftarkanku di Universitas mana saja yang mereka setujui dan di jurusan apa saja. Keputusan ini aku ambil karena aku benar-benar menyerah dengan keadaan. Orangtuaku pun mendaftarkan aku ke Universitas swasta jurusan bahasa.  Aku sebenarnya tidak begitu menyukai jurusan tersebut, tapi karena orangtuaku menginginkan aku seperti mereka menjadi pendidik akhirnya akupun menjalani semua ini.

Dari sini aku belajar, bahwa tidak semua impian sesuai dengan takdir kita. Kita bisa saja merubah nasib, tapi kita tidak bisa merubah takdir. Berdamai dengan keadaan dan takdir tidaklah mudah. Keadaan di kehidupan nyata akan membawa kita menuju takdir kehidupan kita yang sesungguhnya. Takdir sudah ada yang mengatur dan tidak ada yang bisa mengubahnya, apalagi memprediksinya. Berdamai dengan takdir adalah hal yang paling indah, karena dibalik takdir yang tidak kita harapkan akan ada sesuatu yang indah untuk hidup kita. Akan lebih indah di banding dengan harapan dan impian yang kita impikan untuk menjadi kenyataan. Percayalah, rencana yang telah di buat Tuhan akan lebih indah di banding apa yang di harapkan manusia.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Membaca Dangkal



Teori Dan Membaca Dangkal

Membaca dangkal (superficial reading) merupakan bagian dari membaca ekstensif (membaca secara luas). Bagian lain dari membaca ekstensif adalah membaca survey (survey reading) dan membaca sekilas (skimming).



-          Pengertian Membaca Dangkal (superficial reading)
Membaca dangkal atau superficial reading pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan yang dibaca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila pembaca bermaksud untuk mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun betul-betul merupakan jenis bacaan ringan. Misalnya, majalah, novel, komik, cerpen dan sebagainya. Membaca dangkal ini dilakukan dengan santai, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.